Skoliosis menjadi Motivasi Bagiku

Berawal dari pesan kakekku sebelum beliau meninggal, yang melihat bahwa saat aku berjalan, itu jalannya miring terus. Lalu, aku diperiksakan oleh kedua orang tuaku, di salah satu rumah sakit di Magelang. Pemeriksaan dilakukan dengan cara rontgen. Setelah aku menunggu hasil rontgen itu ternyata benar aku terkena skoliosis. Kata dokter, jalan satu-satunya adalah operasi, karena sudut kemiringannya sudah mencapai 55 derajat. Seketika itu, aku langsung down dan pasrah. 

Pada tanggal 10 Mei  2011 di rumah sakit yang berada di Klaten pembedahan dimulai, aku terus berdo'a tak terkecuali semua keluargaku, mereka terus memotivasi diriku. Aku mantap untuk dilakukan operasi, karena jika tidak dioperasi, skoliosis itu derajat kemiringannya akan bertambah terus dan jika tidak segera dioperasi, akan berakibat fatal, yaitu tulang rusuk yang semakin menyempit, dan menjadi sesak napas. pukul 09.00 aku memasuki ruang operasi, dan selama kurang lebih 5 jam tim dokter berhasil mengoperasi diriku. Dan 4 jam kemudian aku tersadar setelah dibius total. Saat itu, aku merasakan sakit yang luar biasa sakitnya, tapi kata bapak "kamu hebat nak, kamu sudah berani berjuang". 

Setelah mendengar kata-kata itu, aku langsung termotivasi, dan tidak pernah mengeluh. Sebab, aku bersyukur karena Allah memberiku seperti ini, agar aku lebih berhati-hati dalam menjaga diriku sendiri.

Itu perjuangan hidup yang sangat berharga bagiku, dan aku tidak pernah menyesal diberi seperti ini oleh Allah.

Komentar

Posting Komentar