Bersyukur Karena Skoliosis

Setiap orang harus memiliki rasa syukur dalam hidupnya.  Iya memang benar.  Dulu,  aku pernah mengalami masa haru biru.  Masa antara hidup mati ku dipertaruhkan.  Tahun 2011, aku dinyatakan skoliosis oleh dokter dan kemiringan nya sudah mencapai 55 derajat,  kata dokter aku harus menjalankan operasi.  Dokter pernah bilang "mbak,  operasi itu memang sakit,  tapi lebih sakit lagi jika tidak dioperasi. 

Karena jika skoliosis itu dibiarkan begitu saja,  derajat kemiringannya akan semakin bertambah dan itu bisa menusuk jantung dan paru-paru. " Setelah mendengar kata-kata dari dokter seperti itu, aku drop,  aku tidak bisa membayangkan bagaimana operasiku nanti.  

Keluargaku sangat memberikan motivasi penuh agar aku mau dioperasi.  Ada tiga kemungkinan pasca operasi,  yang pertama dapat sembuh total,  yang kedua cacat,  dan, yang ketiga adalah meninggal. Saat itu, aku pasrah kepada Allah.  

Bismillah.  Tanggal 10 April 2011 operasi dilakukan, dengan pemasangan pen (titanium) dan skrup berjumlah 9, alhamdulillah operasi berjalan lancar. Seiring berjalannya waktu, aku mulai nyaman dengan pen yang ada di dalam tubuhku. 

Satu tahun berjalan, aku mengalami kecelakaan yang membuatku harus kembali melakukan operasi karena salah satu skrup yang ada di dalam tubuhku patah dan harus diganti. Akhirnya, operasi kedua berjalan lancar.  Ketika itu,  aku merasa ingin cepat kembali ke rumah dan, dokter meng iya kan kemauanku yang tidak bisa di ganggu gugat. 

Setelah itu,  akupun pulang ke rumah.  Tak beberapa lama,  selang waktu sebulan, lagi-lagi aku harus kembali ke rumah sakit karena ada cairan sisa-sisa operasi yang keluar. 

Akhirnya,  operasi ketiga dilakukan.  Pada operasi ini, pen ditambah panjang dan skrup ditambah hingga berjumlah 11. Hari-hari ku penuh dengan pantangan, tidak boleh melakukan OR dan saat sholat pun harus duduk diatas kursi.  

Tiga tahun kemudian,  aku mengalami kecelakaan dan skrup kembali patah. Akhirnya aku kembali ke RS, kata bapak "direvisi aja dulu,  besok setahun atau dua tahun lagi baru dilepas."  

Tetapi , aku tidak mau mengambil resiko yang harus bolak balik RS,  akhirnya aku putuskan untuk mengambil semua pen serta skrup yang ada di dalam tubuhku. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar.  

I believe that when Allah gives me the trial,  Allah will increase the degree of me. Alhamdulillah , I am very grateful to Allah that still give me the opportunity to be to be a better person and I can share my experiece to the other people that want to hear my story.

Aku percaya meskipun kasus skoliosis tidak sedikit tetapi juga tidak semua orang 'terpilih' merasakan skoliosis, maka percayalah dengan adanya skoliosis. Membuat kita menjadi lebih kuat, lebih bersyukur dalam hidup. Karena aku percaya  semakin Allah sayang kepada seseorang hamba-Nya, semakin kuat pula ujian buatnya.

Komentar