Tiada Hentinya Aku Mengucap Syukur
Bulan Maret 2018 awal percakapan aku dengannya via dm instagram. Sebenarnya kami sudah saling mengenal, sejak tahun 2014 silam. Dia adalah kakak tingkat di kampusku dulu. Tetapi, kala itu aku dan dia hanya sebatas "say hello" saja.
Hingga tahun 2018 ini, kami samasama saling dipertemukan oleh Allah. Memang awal percakapan kami melalui dm instagram hingga beralih ke whatsapp.
Awalnya aku menanggapi biasa saja, tetapi setelah aku mengenalnya aku merasa sesuatu yang berbeda. Suatu hal yang membuatku yakin kepadanya, jika dia bisa membuatku bahagia. Bisa di bilang masa perkenalan kami cukup singkat. Akhirnya dia pun mengatakan kepadaku jika dia tidak mencari pacar, tetapi mencari calon istri, dan pada bulan Mei kami mantap memutuskan untuk berta'aruf.
Hari demi hari aku melakukan sholat istikharah untuk memantapkan hatiku. Alhamdulillah, Allah memberiku kemantapan hati untuknya. Dan aku sangat bersyukur dipertemukan dengannya. Seorang lelaki baik yang selalu menghargaiku, yang tak pernah marah kepadaku.
Subhanallah, alhamdulillah tiada hentinya aku mengucap syukur atas nikmat Allah.
Pada bulan November 2018, alhamdulillah aku resmi dilamar oleh dia dan keluarganya. Bahagia haru terpancar dari raut wajah kami. Masyaallah tabarakallah.
Dan jika ada seseorang yang bertanya kepadaku mengapa aku memilihnya, karena kutemukan dia dalam sholat istikharahku dan semoga memang dia lah yang ditulis Allah dalam lauhul mahfudz untuk bersamaku.
Hingga tahun 2018 ini, kami samasama saling dipertemukan oleh Allah. Memang awal percakapan kami melalui dm instagram hingga beralih ke whatsapp.
Awalnya aku menanggapi biasa saja, tetapi setelah aku mengenalnya aku merasa sesuatu yang berbeda. Suatu hal yang membuatku yakin kepadanya, jika dia bisa membuatku bahagia. Bisa di bilang masa perkenalan kami cukup singkat. Akhirnya dia pun mengatakan kepadaku jika dia tidak mencari pacar, tetapi mencari calon istri, dan pada bulan Mei kami mantap memutuskan untuk berta'aruf.
Hari demi hari aku melakukan sholat istikharah untuk memantapkan hatiku. Alhamdulillah, Allah memberiku kemantapan hati untuknya. Dan aku sangat bersyukur dipertemukan dengannya. Seorang lelaki baik yang selalu menghargaiku, yang tak pernah marah kepadaku.
Subhanallah, alhamdulillah tiada hentinya aku mengucap syukur atas nikmat Allah.

Komentar
Posting Komentar